Fawaid

Bahaya mencela orang sholeh

Bahaya Mencela Orang Shalih karena Kemiskinannya Hina-menghina dan merendahkan seorang muslim, apalagi orang yang taat dan beramal shalih, adalah dosa besar. Menjadikan kemiskinan dunia sebagai alasan untuk meremehkan hamba Allah adalah bentuk kesombongan dan kedustaan terhadap nikmat Allah. Dalam pemahaman salaf, kehormatan seorang muslim diukur dengan taqwanya, bukan dengan harta.   Dalil-dalil Al-Qur’an 1. Kemuliaan di sisi Allah hanya dengan takwa   > قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: { يَا أَيُّهَا النَّاسُ

Wajibnya bersyukur kepada yang berbuat baik

. Para salaf sangat menekankan adab dalam bersyukur dan berterima kasih, terutama kepada orang yang telah berjasa dalam membela agama, mengajarkan ilmu, atau menuntun kepada kebaikan. Rasa syukur mereka bukan hanya dengan ucapan, tapi juga dengan mendoakan, mengingat, mengakui, menjaganya dan tidak merendahkan, tidak mencelanya, dan berlaku dengan adil, dan melanjutkan kebaikan yang diajarkan. 1. Syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada manusia ✒️ Dari Rasulullah ﷺ: > «مَنْ لَا

Keutamaan menuntut Ilmu

Pada hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699) Makna Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga, ada empat makna sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Rajab Al-Hambali: Pertama: Dengan menempuh jalan mencari ilmu, Allah akan