Dosa di era modern

KHUTBAH JUM’AT

Judul: Dosa-Dosa yang Diremehkan di Zaman Sekarang

KHUTBAH PERTAMA

الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا…

أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.

Amma ba’du

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Aku wasiatkan kepada diri sendiri dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa bertakwa kepada Allah ﷻ.

Dosa berubah bentuk, hakikatnya tetap sama

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,

Dosa tidak pernah hilang dari kehidupan manusia, namun berubah bentuk sesuai zaman. Di zaman dahulu dosa dilakukan dengan tangan dan kaki, sedangkan di zaman sekarang banyak dosa dilakukan dengan jari, layar, dan jaringan internet.

Allah ﷻ berfirman:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tidaklah seseorang mengucapkan satu kata pun melainkan ada malaikat yang selalu mengawasinya.”

(QS. Qaf: 18)

Ayat ini mencakup ucapan lisan dan tulisan, termasuk pesan, komentar, status, dan unggahan.

Contoh dosa yang sering diremehkan hari ini

1. Dosa lisan dan jari

Ghibah, namimah, dusta, fitnah, komentar kasar, dan menyebarkan aib, semua sering dianggap ringan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ إِلَّا حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ

“Bukankah yang paling banyak menjerumuskan manusia ke neraka adalah hasil lisan mereka?”

(HR. Tirmidzi)

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:

وَاللَّهِ الَّذِي لَا إِلَهَ غَيْرُهُ، مَا شَيْءٌ أَحَقُّ بِطُولِ سِجْنٍ مِنْ لِسَانٍ

“Demi Allah, tidak ada sesuatu yang lebih pantas dipenjara lama daripada lisan.”

(Riwayat Ath-Thabari)

2. Dosa pandangan

Pandangan haram kini sangat mudah diakses, hingga dianggap biasa.

Allah ﷻ berfirman:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ

“Katakanlah kepada orang-orang beriman agar mereka menundukkan pandangan mereka.”

(QS. An-Nur: 30)

Jabir radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang pandangan yang tidak disengaja.”

Beliau bersabda:

اصْرِفْ بَصَرَكَ

“Palingkan pandanganmu.”

(HR. Muslim)

3. Meremehkan dosa karena merasa aman

Banyak orang berkata: “Semua orang juga melakukannya.”

Padahal ini adalah ucapan yang sangat berbahaya.

Allah ﷻ berfirman:

أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ

“Apakah mereka merasa aman dari makar Allah?”

(QS. Al-A’raf: 99)

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:

إِنَّ قَوْمًا أَلْهَتْهُمُ الْأَمَانِيُّ حَتَّى خَرَجُوا مِنَ الدُّنْيَا وَلَا حَسَنَاتَ لَهُمْ

“Ada suatu kaum yang terlena oleh angan-angan hingga keluar dari dunia tanpa membawa kebaikan.”

(Az-Zuhd)

Bahaya terbesar: dosa tanpa rasa takut

Jamaah rahimakumullah,

Bukan besarnya dosa yang paling berbahaya, tetapi hilangnya rasa takut kepada Allah.

Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata:

إِنَّمَا الْعِلْمُ الْخَشْيَةُ

“Ilmu yang sebenarnya adalah rasa takut kepada Allah.”

(Riwayat Al-Bukhari secara mu’allaq)

أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم

KHUTBAH KEDUA

الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه…

Jalan selamat di zaman fitnah

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,

Keselamatan di zaman penuh fitnah ini adalah:

Merasa dosa itu besar, walaupun tampak kecil

Segera bertaubat, jangan menunda

Menjaga lisan, pandangan, dan hati

Rasulullah ﷺ bersabda:

اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا

“Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada, dan ikutilah keburukan dengan kebaikan, niscaya ia menghapusnya.”

(HR. Tirmidzi)

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:

إِصْرَارُ الْقَلْبِ أَشَدُّ مِنْ عَمَلِ الذَّنْبِ

“Terus-menerus dalam dosa (tanpa taubat) lebih berbahaya daripada perbuatan dosa itu sendiri.”

(Al-Jawab Al-Kafi)

Penutup doa

اللهم تب علينا توبة نصوحًا،

اللهم احفظ ألسنتنا وأبصارنا وقلوبنا،

اللهم لا تجعلنا من الذين يستهينون بالمعاصي.

إن الله يأمر بالعدل والإحسان…KHUTBAH JUM’AT
Judul: Dosa-Dosa yang Diremehkan di Zaman Sekarang
KHUTBAH PERTAMA
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا…
أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
Amma ba’du
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Aku wasiatkan kepada diri sendiri dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa bertakwa kepada Allah ﷻ.
Dosa berubah bentuk, hakikatnya tetap sama
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,
Dosa tidak pernah hilang dari kehidupan manusia, namun berubah bentuk sesuai zaman. Di zaman dahulu dosa dilakukan dengan tangan dan kaki, sedangkan di zaman sekarang banyak dosa dilakukan dengan jari, layar, dan jaringan internet.
Allah ﷻ berfirman:
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
“Tidaklah seseorang mengucapkan satu kata pun melainkan ada malaikat yang selalu mengawasinya.”
(QS. Qaf: 18)
Ayat ini mencakup ucapan lisan dan tulisan, termasuk pesan, komentar, status, dan unggahan.
Contoh dosa yang sering diremehkan hari ini
1. Dosa lisan dan jari
Ghibah, namimah, dusta, fitnah, komentar kasar, dan menyebarkan aib, semua sering dianggap ringan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ إِلَّا حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ
“Bukankah yang paling banyak menjerumuskan manusia ke neraka adalah hasil lisan mereka?”
(HR. Tirmidzi)
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:
وَاللَّهِ الَّذِي لَا إِلَهَ غَيْرُهُ، مَا شَيْءٌ أَحَقُّ بِطُولِ سِجْنٍ مِنْ لِسَانٍ
“Demi Allah, tidak ada sesuatu yang lebih pantas dipenjara lama daripada lisan.”
(Riwayat Ath-Thabari)
2. Dosa pandangan
Pandangan haram kini sangat mudah diakses, hingga dianggap biasa.
Allah ﷻ berfirman:
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ
“Katakanlah kepada orang-orang beriman agar mereka menundukkan pandangan mereka.”
(QS. An-Nur: 30)
Jabir radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang pandangan yang tidak disengaja.”
Beliau bersabda:
اصْرِفْ بَصَرَكَ
“Palingkan pandanganmu.”
(HR. Muslim)
3. Meremehkan dosa karena merasa aman
Banyak orang berkata: “Semua orang juga melakukannya.”
Padahal ini adalah ucapan yang sangat berbahaya.
Allah ﷻ berfirman:
أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ
“Apakah mereka merasa aman dari makar Allah?”
(QS. Al-A’raf: 99)
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
إِنَّ قَوْمًا أَلْهَتْهُمُ الْأَمَانِيُّ حَتَّى خَرَجُوا مِنَ الدُّنْيَا وَلَا حَسَنَاتَ لَهُمْ
“Ada suatu kaum yang terlena oleh angan-angan hingga keluar dari dunia tanpa membawa kebaikan.”
(Az-Zuhd)
Bahaya terbesar: dosa tanpa rasa takut
Jamaah rahimakumullah,
Bukan besarnya dosa yang paling berbahaya, tetapi hilangnya rasa takut kepada Allah.
Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata:
إِنَّمَا الْعِلْمُ الْخَشْيَةُ
“Ilmu yang sebenarnya adalah rasa takut kepada Allah.”
(Riwayat Al-Bukhari secara mu’allaq)
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم
KHUTBAH KEDUA
الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه…
Jalan selamat di zaman fitnah
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Keselamatan di zaman penuh fitnah ini adalah:
Merasa dosa itu besar, walaupun tampak kecil
Segera bertaubat, jangan menunda
Menjaga lisan, pandangan, dan hati
Rasulullah ﷺ bersabda:
اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا
“Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada, dan ikutilah keburukan dengan kebaikan, niscaya ia menghapusnya.”
(HR. Tirmidzi)
Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:
إِصْرَارُ الْقَلْبِ أَشَدُّ مِنْ عَمَلِ الذَّنْبِ
“Terus-menerus dalam dosa (tanpa taubat) lebih berbahaya daripada perbuatan dosa itu sendiri.”
(Al-Jawab Al-Kafi)
Penutup doa
اللهم تب علينا توبة نصوحًا،
اللهم احفظ ألسنتنا وأبصارنا وقلوبنا،
اللهم لا تجعلنا من الذين يستهينون بالمعاصي.
إن الله يأمر بالعدل والإحسان…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *