KHUTBAH JUM’AT PERTAMA
Judul: Jangan Meremehkan Dosa
Khutbatul Hâjah
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، اللهم صل وسلم على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba’du
Wahai kaum muslimin rahimakumullah,
Aku wasiatkan kepada diri sendiri dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, karena takwa adalah bekal terbaik menuju akhirat.
Meremehkan dosa adalah penyakit hati
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,
Di antara penyakit hati yang sangat berbahaya adalah meremehkan dosa, menganggap dosa kecil tidak berdampak, dan merasa aman dari murka Allah.
Allah ﷻ memperingatkan dalam Al-Qur’an:
وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِندَ اللَّهِ عَظِيمٌ
“Kalian menganggapnya perkara kecil, padahal di sisi Allah itu adalah perkara yang besar.”
(QS. An-Nur: 15)
Ayat ini menunjukkan bahwa ukuran dosa bukan menurut perasaan manusia, tetapi menurut pandangan Allah.
Dosa kecil jika diremehkan akan menjadi besar
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ، فَإِنَّهُنَّ إِذَا اجْتَمَعْنَ عَلَى الرَّجُلِ أَهْلَكْنَهُ
“Hati-hatilah kalian dari dosa-dosa kecil, karena jika ia berkumpul pada seseorang, maka akan membinasakannya.”
(HR. Ahmad)
Dosa kecil yang dilakukan terus-menerus, tanpa taubat, tanpa rasa takut, lebih berbahaya daripada dosa besar yang disesali.
Ucapan salaf tentang bahaya meremehkan dosa
Para salafus shalih sangat takut terhadap dosa, walaupun tampak kecil.
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ قَاعِدٌ تَحْتَ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ
“Seorang mukmin memandang dosanya seperti duduk di bawah gunung yang ia khawatirkan akan menimpanya.”
(HR. Al-Bukhari)
Sebaliknya, orang munafik:
وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ مَرَّ عَلَى أَنْفِهِ
“Sedangkan orang fajir melihat dosanya seperti lalat yang lewat di hidungnya.”
(HR. Al-Bukhari)
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ جَمَعَ إِحْسَانًا وَشَفَقَةً، وَإِنَّ الْمُنَافِقَ جَمَعَ إِسَاءَةً وَأَمْنًا
“Orang beriman menggabungkan amal baik dan rasa takut, sedangkan orang munafik menggabungkan keburukan dan rasa aman.”
(Az-Zuhd – Imam Ahmad)
Meremehkan dosa tanda lemahnya iman
Jamaah rahimakumullah,
Meremehkan dosa dapat menghilangkan rasa takut kepada Allah, mengeraskan hati, dan menutup pintu taubat.
Allah ﷻ berfirman:
أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ
“Apakah mereka merasa aman dari makar Allah? Tidak ada yang merasa aman dari makar Allah kecuali orang-orang yang rugi.”
(QS. Al-A’raf: 99)
Maka janganlah kita tertipu dengan ucapan:
“Ini cuma dosa kecil,”
“Allah Maha Pengampun,”
karena Allah Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, bukan bagi orang yang meremehkan dosa.
أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم
KHUTBAH JUM’AT KEDUA
الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه كما يحب ربنا ويرضى،
أشهد أن لا إله إلا الله، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
Jalan selamat: takut dosa dan segera bertaubat
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Keselamatan ada pada takut kepada dosa, segera bertaubat, dan tidak menunda taubat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
“Setiap anak Adam pasti berbuat dosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.”
(HR. Tirmidzi)
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata:
أَشَدُّ الذُّنُوبِ مَا اسْتَهَانَ بِهِ صَاحِبُهُ
“Dosa yang paling berat adalah dosa yang dianggap remeh oleh pelakunya.”
(Diriwayatkan oleh Ibn Abi Dunya)
Penutup dan doa
Marilah kita jaga lisan, pandangan, harta, dan perbuatan kita dari dosa, baik yang besar maupun yang kecil.
Jangan kita meremehkan dosa, karena dosa kecil di sisi kita bisa menjadi besar di sisi Allah.
اللهم اغفر لنا ذنوبنا، وكفر عنا سيئاتنا، وتب علينا إنك أنت التواب الرحيم.
اللهم أصلح قلوبنا، وزك نفوسنا، واجعلنا من عبادك المتقين.
إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون.
فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.KHUTBAH JUM’AT PERTAMA
Judul: Jangan Meremehkan Dosa
Khutbatul Hâjah
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، اللهم صل وسلم على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba’du
Wahai kaum muslimin rahimakumullah,
Aku wasiatkan kepada diri sendiri dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, karena takwa adalah bekal terbaik menuju akhirat.
Meremehkan dosa adalah penyakit hati
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,
Di antara penyakit hati yang sangat berbahaya adalah meremehkan dosa, menganggap dosa kecil tidak berdampak, dan merasa aman dari murka Allah.
Allah ﷻ memperingatkan dalam Al-Qur’an:
وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِندَ اللَّهِ عَظِيمٌ
“Kalian menganggapnya perkara kecil, padahal di sisi Allah itu adalah perkara yang besar.”
(QS. An-Nur: 15)
Ayat ini menunjukkan bahwa ukuran dosa bukan menurut perasaan manusia, tetapi menurut pandangan Allah.
Dosa kecil jika diremehkan akan menjadi besar
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ، فَإِنَّهُنَّ إِذَا اجْتَمَعْنَ عَلَى الرَّجُلِ أَهْلَكْنَهُ
“Hati-hatilah kalian dari dosa-dosa kecil, karena jika ia berkumpul pada seseorang, maka akan membinasakannya.”
(HR. Ahmad)
Dosa kecil yang dilakukan terus-menerus, tanpa taubat, tanpa rasa takut, lebih berbahaya daripada dosa besar yang disesali.
Ucapan salaf tentang bahaya meremehkan dosa
Para salafus shalih sangat takut terhadap dosa, walaupun tampak kecil.
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ قَاعِدٌ تَحْتَ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ
“Seorang mukmin memandang dosanya seperti duduk di bawah gunung yang ia khawatirkan akan menimpanya.”
(HR. Al-Bukhari)
Sebaliknya, orang munafik:
وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ مَرَّ عَلَى أَنْفِهِ
“Sedangkan orang fajir melihat dosanya seperti lalat yang lewat di hidungnya.”
(HR. Al-Bukhari)
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ جَمَعَ إِحْسَانًا وَشَفَقَةً، وَإِنَّ الْمُنَافِقَ جَمَعَ إِسَاءَةً وَأَمْنًا
“Orang beriman menggabungkan amal baik dan rasa takut, sedangkan orang munafik menggabungkan keburukan dan rasa aman.”
(Az-Zuhd – Imam Ahmad)
Meremehkan dosa tanda lemahnya iman
Jamaah rahimakumullah,
Meremehkan dosa dapat menghilangkan rasa takut kepada Allah, mengeraskan hati, dan menutup pintu taubat.
Allah ﷻ berfirman:
أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ
“Apakah mereka merasa aman dari makar Allah? Tidak ada yang merasa aman dari makar Allah kecuali orang-orang yang rugi.”
(QS. Al-A’raf: 99)
Maka janganlah kita tertipu dengan ucapan:
“Ini cuma dosa kecil,”
“Allah Maha Pengampun,”
karena Allah Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, bukan bagi orang yang meremehkan dosa.
أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم
KHUTBAH JUM’AT KEDUA
الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه كما يحب ربنا ويرضى،
أشهد أن لا إله إلا الله، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
Jalan selamat: takut dosa dan segera bertaubat
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Keselamatan ada pada takut kepada dosa, segera bertaubat, dan tidak menunda taubat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
“Setiap anak Adam pasti berbuat dosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.”
(HR. Tirmidzi)
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata:
أَشَدُّ الذُّنُوبِ مَا اسْتَهَانَ بِهِ صَاحِبُهُ
“Dosa yang paling berat adalah dosa yang dianggap remeh oleh pelakunya.”
(Diriwayatkan oleh Ibn Abi Dunya)
Penutup dan doa
Marilah kita jaga lisan, pandangan, harta, dan perbuatan kita dari dosa, baik yang besar maupun yang kecil.
Jangan kita meremehkan dosa, karena dosa kecil di sisi kita bisa menjadi besar di sisi Allah.
اللهم اغفر لنا ذنوبنا، وكفر عنا سيئاتنا، وتب علينا إنك أنت التواب الرحيم.
اللهم أصلح قلوبنا، وزك نفوسنا، واجعلنا من عبادك المتقين.
إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون.
فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.⁹